Jumat, 28 Desember 2018

Soal dan Penyelesaian Uji Chi Kuadrat




DATA TUNGGAL
Sebuah tabel bilangan random (acak) yang terdiri dari 100 bilangan  menyajikan distribusi bilangan-bilangan 1,2,3,4,5. Apakah distribusi yang diamati berbeda nyata dari distribusi yang diharapkan ?
 

Jumlah Data
1
2
3
4
5
Fungsi yang Diamati
10
15
17
20
25
Fungsi yang Diharapkan
20
20
20
20
20
 

DATA KELOMPOK
Diketahui Nilai Ujian sebagai berikut :
 








Tabel frekuensi yang diharapkan dan pengamatan
Tabel F
-2,22
0,4868
-1,38
0,4162
-0,54
0,2054
0,29
0,1141
1,13
0,3708
1,97
0,4756


Batas kelas (x)
Z untuk batas kelas
Luas setiap kelas
Ei
Oi
50,5
-2,22
60,5
-1,38
0,07
7
10
70,5
-0,54
0,21
21
20
80,5
0,29
0,32
32
30
90,5
1,13
0,26
26
25
100,5
1,97
0,10
10
15

Contoh Soal : UJI BEDA RATA RATA

Seorang pemilik toko yang menjual 2 macam bola lampu merek A dan B, berpendapat bahwa tak ada perbedaan rata-rata lamanya menyala bola lampu kedua  merek tersebut. Dengan pendapat alternatif adanya perbedaan ≠ guna menguji pendapat itu dilakukan percobaan atau eksperimen dengan menyalakan 100 buah lampu merek A dan 50 buah bola lampu merek B, sebagai sampel acak. Ternyata bola lampu merek A dapat menyala rata-rata selama 952 jam, sedangkan merek B selama 987 jam, masing-masing dengan simpangan baku sebesar A adalah 85 jam dan B adalah 92 jam. Dengan menggunakan α = 5%, ujilah pendapat tersebut ! 


Jawab :


Langkah Pertama : Merumuskan Hipotesis

  • H: µ1 – µ= 0
  • H: µ1 – µ≠ 0
  • Ø n1 = 100, 1 = 952, 1 = 85
  • Ø n2 = 50, 2 = 987, 2 = 92

Langkah Kedua : Menentukan Taraf Nyata

 Karena α = 5%. Zα/2 = 1.96 atau -Zα/2 = -1.96


 Langkah Ketiga : Menentukan Kriteria Pengujian

TS3-1

Langkah Keempat : Menentukan Daerah Keputusan

 
 Langkah Kelima : Pengambilan Keputusan

Kesimpulan yang dapat di ambil adalah Rata-rata lama nyala lampu A dan lampu B tidak sama, terlihat dengan hasil dari uji hipotesis diatas yaitu, menerima H1 dan menolak H0 sebagai Hipotesis Alternatif. Dengan t sebesar -2.25 dan berada di luar daerah menerima H0 sebab lebih kecil dari batas akhir yaitu -1.96.


NAMA           :LA ODE AWAL RAMADHAN
NPM               : 17 630 067
TUGAS 08     : STATISTIK/PROBABILITAS
ANALISIS REGRESI SEDERHANA
Dalam analisis regresi sederhana tujuannya adalah untuk melihat hubungan linier antara variabel bebas X dengan variabel tidak bebas Y dan memprediksi nilai variabel tidak bebas Y dari nilai yang diberikan variabel bebas X.
Asumsi-asumsi dasar yang harus dipenuhi sebelum melakukan analisis regresi linier sederhana adalah :
1.      Model regresi harus linier secara parameter (uji liniearitas). 
2.      Berdistribusi normal (uji normalitas).
3.      Varians data sama (uji homogenitas).
Asumsi klasik regresi :
1.      Tidak ada korelasi antara variabel bebas atau hubungan linier sempurna (uji multikolinearitas)
2.      Varians masing-masing error selalu konstan (uji heteroskedasitas).
3.      Tidak ada korelasi antara error yang satu dengan error yang lainnya (uji autokorelasi).
4.      Masing-masing error berdistribusi normal dengan mean nol dan standar deviasi tetap.
Dalam analisis regresi yang harus diketahui adalah :
> Variabel bebas / independent / tidak terikat
·         Biasanya disimbolkan dengan X (huruf kapital).Adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain.(pls see this jenis-jenis variabel).
> Variabel tidak bebas / dependent / terikat
·         Biasanya disimbolkan dengan Y (huruf kapital).Adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.(pls see this jenis-jenis variabel).
> Persamaan Regresi : Y' = a + bX 
·         Dimana : 
·         Y' = variabel tidak bebas (nilai yang diprediksikan)
·         X  = Variabel bebas (nilai yang memprediksi / prediktor)
·         a  = Konstanta (jika nilai X = 0, maka Y' = a)
·         b  = Koefisien regresi 
Dalam analisis regresi linier sederhana adalah menentukan nilai konstanta a dan koefisien b. Apakah koefisien b bernilai positif atau negatif, apakah koefisien b bernilai nol atau tidak. Jika 
·         b = 0, berarti tidak ada pengaruh antara variabel bebas X terhadap variabel tidak bebas Y.
·         b < 0, berarti hubungan yang berbalik arah antara variabel bebas X dengan variabel tak bebas Y.
·         b > 0, berarti hubungan yang searah antara variabel bebas X dengan variabel tak bebas Y.
Menghitung koefisien a dan b :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb5Vo_K0NeSDQJW2kM3_BeYWilQd3RnS-Bq25Mkkn4rMReJTA2g7157Wv2h36IsaWs1ld8ULjbeOT2npl39RqayIl8GpbNz6j3dWKh-tyJC7pKZQ9SIKJaXmS8fooL2mhOUUQbeyz6C8Pl/s1600/koef.+a.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsdBug4N3q7h9MDfCoxtzQTJ1YuL6GstPNPLNCc8O_o0A4u68CNXi2KZMRjt8Lpl7mfLZ3Tpq_BM21w2Y_sSpXVIyf-1nlR8qIBCQxNxjpbJIEZVVq3_s6wPLRL_QLGMnMFXS2aZ6wX-FN/s1600/koef+b.png
> Analisis Koefisien Determinasi R2

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjBT0GPQ2O2OXoQhsEKXQ7hlHGwmaPUgR7-1aGlN8yRvyLbE0u6JizyNKgGH693JM1kMwajMM2WQZ05fY3nToEOLK-mfVGV2BmiKDgLRaixwx9VYwhTijxlkLS4xRRpXogk0Y7a3sjcTxf/s1600/r1.png
·         Artinya : Sekitar R2 variasi variabel tidak bebas Y dapat dijelaskan oleh variabel bebas X.
·         Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui prosentase sumbangan pengaruh variabel bebas X terhadap variabel bebas Y.
·         Jika nilai R2=0 berarti variasi variabel bebas X tidak sedikitpun dapat menjelaskan variasi variabel tidak bebas Y dalam model tersebut.
·         Jika nilai R2=1 berarti variasi variabel bebas X dapat menjelaskan dengan SEMPURNA variabel tidak bebas Y dalam model tersebut. 
·         Jadi nilai koefisien determinasi R2 sebesar mungkin.
> Standar Error Estimate
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoj2jFxeSmtzY5Cieaq2q937B_PNh8YRBL_bVv3SxCcY5vKsTf0JiXT1T3rNmWJ0FByhlFEX-gPmaX9UcCdzJC55_AHPp-hFXjHrQGYRqkoZVhS9BbgbZ8j5BG4RJ-vSuI2Pp5YY922oi6/s1600/Se.png
·         Nilai Y' adalah nilai prediksi sehingga terjadi kesalahan/galat/error dalam memprediksinya. Standar error digunakan untuk mengukur simpangan data aktual di sekitar garis regresi. 
·         Jadi nilai standar error estimate harus sekecil mungkin 
> Uji Koefisien Regresi Sederhana (Uji - t)
·         Tujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas X berpengaruh secara signifikan terhadap variabel tidak bebas Y.(Signifikan berarti dapat digeneralisasikan).
Langkah-langkah pengujiannya:
1.  Menentukan Hipotesis Uji
Ho : b = 0 
    (tidak ada pengaruh antara variabel bebas X terhadap variabel tidak bebas Y)
Ha : b ≠ 0 
    (ada pengaruh antara variabel bebas X terhadap variabel tidak bebas Y)
2.  Menentukan Tingkat Signifikansi
Tingkat signifikansi yang biasa digunakan adalah 5%, adapun yang lainnya adalah 1% - 10%.

3.  Menentukan Daerah Penolakan Ho (Daerah Kritis)
Bentuk pengujian kita adalah dua arah sehingga gunakan uji-t dua arah :
Ho akan ditolak jika thitung > ttabel atau -(thitung) < -(ttabel),berarti H1 diterima.
Ho akan diterima jika -(thitung) < ttabel < thitung , berarti H1 ditolak.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAbwBiF88BlqM6NNxk4mXSpY1vuf-2uiYBrZ30o3whoBWum9b_uYi91gBbmKFr_kXnFf5e-zYdRVUeTOP0mjY4k2gx3sIRu7ZoUEWRaZos8UivpG2WpO1JPgkLcLeNTpmgtTKzGTtxKLcg/s1600/kurva.png
4.  Menentukan t-hitung
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnxuUqsEuxc6jkUd5emC0s2UoXf7oNtbtW-AMf-QVVGErUwBQZl_FUD_1sZgbQhfK65iDkwIfMXrpt_bow8PTmQyyL6ESmNBKxFAKXjTROj5uayfU77a-wUk9r_0ZcDgRf36rtXkqQpe3I/s1600/t-hitung+2.png
5.  Keputusan (Membandingkan t-hitung dengan t-tabel.
6. Kesimpulan (Apakah ada pengaruh antara variabel bebas X terhadap variabel tidak bebas Y).