Nama : LA ODE AWAL RAMADHAN
Npm : 17 630 067
Tugas 5 : STATISTIK/PROBABILITAS
A. UJI BEDA RATA-RATA
Uji beda rata-rata adalah membandingkan rata-rata dan
atau selang kepercayaan (confidence
interval) dari dua populasi. prinsip
uji beda rata-rata dua populasi adalah melihat perbedaan variasi dari kedua
kelompok data. Untuk melakukan uji ini (statistik parametrik), maka diwajibkan
varians kedua populasi harus sama bagi uji beda rata-rata populasi independen
(variance homoegenity test) yang mengacu kepada nilai statistik Levene. Setiap pengujian
parametrik butuh asumsi kenormalan. Jadi, untuk uji T baik uji beda rata-rata
dua populasi berpasangan (paired)
maupun uji beda rata-rata populasi independen (independent) juga harus memenuhi asumsi kenormalan.
Untuk
melakukan uji beda rata-rata dua sampel independen dapat terjadi pada beberapa
kondisi. Kondisi pertama adalah dimana nilai varians populasi diketahui
sedangkan kondisi kedua dimana nilai varians tidak diketahui. Berikut merupakan
statistik uji yang digunakan dengan kondisi varians populasi diketahui:
Rumus
di atas dapat digunakan ketika menuhi asumsi dimana populasi harus
berdistribusi normal, observasi sampel dilakukan secara independen, σ1 dan σ2 diketahui.
Kondisi
kedua adalah uji beda rata-rata dimana nilai varians populasi tidak diketahui.
Statistik uji yang cocok digunakan adalah nilai t statistik dengan formula
sebagai berikut:
B.
Paired Sample t-tast
paired sample adalah
perbandingan yang berasal dari
kelompok atau populasi yang sama maka. Berikut merupakan
formula yang dapat digunakan untuk uji beda rata-rata pada paired sample.
(perbedaan
mean harus berdistribusi normal) dan
tidak
diketahui or dengan ukuran sampel n < 30.
C.
Independent
sample t-test
Independent
sample t-test adalah jenis uji statistika
yang bertujuan untuk membandingkan rata-rata dua grup yang tidak saling
berpasangan atau tidak saling berkaitan. Tidak saling berpasangan dapat
diartikan bahwa penelitian dilakukan untuk dua subjek sampel yang berbeda.
Prinsip pengujian uji ini adalah melihat perbedaan variasi kedua kelompok data, sehingga sebelum dilakukan pengujian, terlebih dahulu harus diketahui apakah variannya sama (equal variance) atau variannya berbeda (unequal variance). Homogenitas varian diuji berdasarkan rumus:
Prinsip pengujian uji ini adalah melihat perbedaan variasi kedua kelompok data, sehingga sebelum dilakukan pengujian, terlebih dahulu harus diketahui apakah variannya sama (equal variance) atau variannya berbeda (unequal variance). Homogenitas varian diuji berdasarkan rumus:

Data
dinyatakan memiliki varian yang sama (equal variance) bila F-Hitung <
F-Tabel, dan sebaliknya, varian data dinyatakan tidak sama (unequal variance)
bila F-Hitung > F-Tabel.
Bentuk
varian kedua kelompok data akan berpengaruh pada nilai standar error yang
akhirnya akan membedakan rumus pengujiannya.
Uji t
untuk varian yang sama (equal variance) menggunakan rumus Polled
Varians:

Uji t
untuk varian yang berbeda (unequal variance) menggunakan rumus Separated
Varians:

Contoh
Kasus dalam pengerjaan pengujian signifikansi (hipotesis)
Suatu kegiatan penelitian eksperimental, telah berhasil menemukan metode “ABG” sebagai metode baru untuk mengajarkan mata kuliah Statistika II. Dalam rangka uji coba terhadap efektifitas atau keampuhan metode baru itu, dilaksanakan penelitian lanjutan dengan mengajukan Hipotesis Nol (Nihil) yang mengatakan : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai Statistika II antara sebelum dan sesudah di terapkannya metode “ABG” sebagai metode mengajar mahasiswa UIB sem 6. Dalam rangka pengujian ini diambil sampel sebanyak 20 mahasiswa. Gunakan taraf kepercayaan 95 % (alfa=5% ) untuk menguji pernyataan (Hipotesis) tersebut.
Suatu kegiatan penelitian eksperimental, telah berhasil menemukan metode “ABG” sebagai metode baru untuk mengajarkan mata kuliah Statistika II. Dalam rangka uji coba terhadap efektifitas atau keampuhan metode baru itu, dilaksanakan penelitian lanjutan dengan mengajukan Hipotesis Nol (Nihil) yang mengatakan : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai Statistika II antara sebelum dan sesudah di terapkannya metode “ABG” sebagai metode mengajar mahasiswa UIB sem 6. Dalam rangka pengujian ini diambil sampel sebanyak 20 mahasiswa. Gunakan taraf kepercayaan 95 % (alfa=5% ) untuk menguji pernyataan (Hipotesis) tersebut.
Datanya Sebagai
berikut:
|
Nama
|
Nilai
Statistika II
|
|
|
Sebelum
|
Sesudah
|
|
|
A
|
78
|
75
|
|
B
|
60
|
68
|
|
C
|
55
|
59
|
|
D
|
70
|
71
|
|
E
|
57
|
63
|
|
F
|
49
|
54
|
|
G
|
68
|
66
|
|
H
|
70
|
74
|
|
I
|
81
|
89
|
|
J
|
30
|
33
|
|
K
|
55
|
51
|
|
L
|
40
|
50
|
|
M
|
63
|
68
|
|
N
|
85
|
83
|
|
O
|
70
|
77
|
|
P
|
62
|
69
|
|
Q
|
58
|
73
|
|
R
|
65
|
65
|
|
S
|
75
|
76
|
|
T
|
69
|
86
|
Maka Langkah -langkah yang perlu
dilakukan:
H0 : µ1 = µ2
H1 : µ1 ≠ µ2
1.
Menentukan Hipotesis yang digunakan, yaitu:
Ø
(Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil
belajar sebelum dan sesudah)
Ø
(Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar sebelum
dan sesudah)
2. Tetapkan
titik kritis yaitu
alfa 5%
3. Tentukan
daerah kritis,
dengan db = n -1=20-1=19
4. Tentukan t
hitung
o Memulai dengan menghitung
D(selisih).
|
Sebelum (x1)
|
Sesudah (x2)
|
D = x1 - x2
|
D2
|
|
78
|
75
|
3
|
9
|
|
60
|
68
|
-8
|
64
|
|
55
|
59
|
-4
|
16
|
|
70
|
71
|
-1
|
1
|
|
57
|
63
|
-6
|
36
|
|
49
|
54
|
-5
|
25
|
|
68
|
66
|
2
|
4
|
|
70
|
74
|
-4
|
16
|
|
81
|
89
|
-8
|
64
|
|
30
|
33
|
-3
|
9
|
|
55
|
51
|
4
|
16
|
|
40
|
50
|
-10
|
100
|
|
63
|
68
|
-5
|
25
|
|
85
|
83
|
2
|
4
|
|
70
|
77
|
-7
|
49
|
|
62
|
69
|
-7
|
49
|
|
58
|
73
|
-15
|
225
|
|
65
|
65
|
0
|
0
|
|
75
|
76
|
-1
|
1
|
|
69
|
86
|
-17
|
289
|
|
Jumalah
|
-90
|
1002
|
|
o
Menghitung Standar Deviasi:

- Menghitung t hitung



Tidak ada komentar:
Posting Komentar